Curhat Buat Sahabat (bolehkah cinta di antaranya?)

Siapa yang sudah membaca atau menonton Rectoverso? Ya, judul tulisan kali ini diambil dari salah satu judul cerpen karangan my favorite writers, Dewi Lestari atau yang lebih dikenal dengan sapaan Dee.

Sinopsis dulu ya,

“Malam ini aku lahir baru.” Ujar seorang perempuan kepada sahabat laki-lakinya.

Berkisah tentang seorang perempuan yang 5 tahun menghabiskan waktunya sia-sia menunggu cinta semu-nya. Kenapa dibilang semu? karena cintanya tidak pernah akan menjadi nyata. Cintanya jatuh kepada orang yang salah. 5 tahun ia menunggu dan terus berharap kepada laki-laki yang pernah menjadi pacarnya, namun putus tanpa sebab pasti.

5 tahun terus menunggu. Dan perempuan itu selalu curhat dengan sahabatnya itu. Kadangkala ia bercerita dengan wajah berseri-seri saat menceritakan kekagumannya, kadang biasa-biasa saja, dan kadang nelangsa. Sahabatnya tahu benar ketika si perempuan selalu bercerita dengan matanya.

Dan pada suatu ketika si perempuan sakit parah. Saat itu ia tersadar bahwa ia berharap pada orang yang salah. Orang yang ia selama ini ia tunggu, tidak datang padanya saat ia sakit, bahkan hanya untuk memberinya air putih. Si perempuan intinya tersadar bahwa ia tidak perlu menunggu lagi, ia hanya perlu orang yang menyayangi dia setulus hati. Bahkan untuk memberinya segelas air putih ketika ia terbaring lemah karena sakit.

Sang sahabat hanya mendengar, dan melihat si perempuan menangis, entah keberapa kali tangisan itu ada. Namun, perempuan itu berjanji bahwa malam itu adalah malam terakhirnya menangis.

Si perempuan bisa dengan pintar mengetahui bahwa 5 tahun ini ia sia-sia menanti seseorang lain. Tetapi, ia tidak cukup pintar bahwa sudah ada yang membawakannya air putih ketika ia sakit, sudah ada sejak lama yang tulus kepadanya, tidak pernah berpindah, selalu disamping si perempuan. Tiap-tiap malamnya menjadi pendengar setia curhatan si perempuan. Ya, perempuan itu tidak pernah mengetahui sahabatnya adalah orang yang mungkin ia cari.

Sedangkan si sahabat, terlalu diam, mengira cintanya terlalu tua untuk terucap…

Si sahabat POV (Point of View) :

Aku menungguinya sampai ia ketiduran. Dan wajahnya saat memejamkan mata, begitu damai. Membuatku lupa bahwa berbaju basah pada tengah malam bisa mengundang penyakit. Saat itu ada yang lebih penting bagiku daripada mengkhawatirkan virus influenza. Aku ingin membisikkan selamat tidur, jangan bermimpi. Mimpi mengurangi kualitas istirahatnya. Dan untuk bersamaku, ia tak perlu mimpi. (Kutipan buku Rectoverso, hal 7)

***

Dear, fragmen seperti kisah di atas sepertinya banyak sekali ya terjadi di sekitar kita. Tentang cowok-cewek yang sahabatan, sering bercerita bersama, dan ujungnya saling jatuh cinta. Tidak mengherankan sih, karena seiringnya waktu selalu bersama-sama membuat perasaan sayang tumbuh. Bahkan, tidak ada salahnya kalau di antara dua teman itu yang lalu memutuskan untuk jadian karena merasa saling nyaman satu sama lain, lalu tidak jarang juga yang berujung di pernikahan. Itu baru gambaran ideal.

Lalu bagaimana kalau cinta yang hadir di antaranya hanya sepihak? salah satunya sudah menambatkan hatinya kepada orang lain seperti kisah di atas? atau lebih parahnya saling jatuh cinta, namun salah satunya sudah milik orang lain? heemmm…agak rumit untuk kasus yang terakhir.

Cinta sepihak seperti yang dialami si sahabat dalam kisah di atas, memang sangat menyesakkan. Hanya bisa mencintai diam-diam, berbuat lebih, mendengar banyak, -astaga betapa bodohnya tokoh si perempuan-. Namun, rasa “hebat” yang didapat dari si sahabat ini adalah menjadi “orang yang selalu dibutuhkan” oleh perempuan terkasihnya.

Bagaimana dengan kasus yang terakhir? ketika cinta terpaksa harus datang terlambat untuk mereka yang sudah memiliki pasangan. Cowok cewek, dekat begitu saja tanpa ada terpikirkan untuk bisa saling suka. Karena memang si cowok sudah punya pacar, pun juga si cewek. Pertemanan terjalin secara alami begitu saja. Kondisi ini masih dikatakan aman tentram dan wajar saja karena tidak salah memang berteman. Tetapi, kondisi menyenangkan itu bisa berubah 180 derajat jika sudah ada perasaan lain muncul secara tiba-tiba. Terlebih dibantu dengan keadaan si cewek misalnya, baru saja putus hubungan dengan pacarnya. Bisa dibilang ini bahaya!

Galau- ingin move on susah – nangis terus. Dan itu semua di depan sahabat cowoknya! Perasaan iba bisa berubah sayang, dan jika sudah berbicara perasaan maka akan susah memakai akal sehat. Muncul pilihan-pilihan konyol, yang tidak seharusnya ada; pacarnya atau temannya itu?

Terjebak dalam situasi ini tidak membuat siapapun merasa dibahagiakan. Yang patah hati tidak akan pernah sembuh karena sahabatnya, karena patah hati itu suatu penyakit yang mesti diobati oleh si empunya sendiri. Dan yang paling miris adalah dia yang harus berbagi hati, bahagiakah berbagi hati untuk dua wanita sekaligus? Nyamankah dengan kondisi seperti itu? kepada siapa cinta sejati bermuara hanya waktu yang menjawab…

Saya mengutip quote dari Johny Depp nih,

“if you love two people at the same time, choose the second. Because if you really loved the first one, you wouldn’t have fallen for the second.”

Si Johny Depp bilang, lebih baik pilih yang kedua saja karena jika kau benar-benar mencintai yang pertama maka kau tidak akan bisa jatuh cinta untuk kedua kalinya. hohoho ^__^

Tetapi, pertanyaannya apa bisa semudah itu?

Semoga siapapun yang sedang terjebak dalam kasus serupa, saya doakan bisa keluar dengan perasaan baik-baik saja tanpa satu pun terlukai perasaannya.

“Dan untuk bersamaku, ia tak perlu mimpi…” Quotes dr cerpen tsb bagus banget, hanya laki-laki sejati yang bisa bicara begitu menurut saya.

saya akhiri dengan sebuah teaser cantik dari film “Curhat Buat Sahabat”.

Teaser: http://www.youtube.com/watch?v=CG6qlYO2w-Q

lirik lagu by Acha Septriasa:  http://lirik.kapanlagi.com/artis/dewi_lestari/rectoverso_curhat_buat_sahabat

salam,

ily

One thought on “Curhat Buat Sahabat (bolehkah cinta di antaranya?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s