Antara Harapan dan Kepastian (Behind the Song “Coba Katakan” Maliq)

Hellooo…

Akhir-akhir ini sering banget mendengar kata PHP, eitss tapi ini gak ada hubungannya sama sekali dengan merk Pizza terkenal itu ya..haha. Yap, php disini memiliki kepanjangan Pemberi Harapan Palsu. hahaha😀

Singkatan ini sering banget dijadikan bercandaan dimana-mana. Contohnya dalam kasus sepak bola, tim AC Milan digadang-gadang bergelar tim PHP saat kalah dari Madrid di Liga Champion minggu kemarin. Padahal awalnya, di leg pertama AC Milan sudah unggul terlebih dahulu dari Madrid, namun di leg kedua harus dengan pasrah kalah plus tersingkir dari zona benua biru tersebut. Nah, atas sbb akibat itulah AC Milan diejek-ejek PHP karena memberi harapan palsu kepada fans/supporternya dengan berbangga-bangga dulu tetapi dijatuhkan di beberapa saat kemudian hoho. ciaaannn…

Nah, PHP itu sendiri sebenarnya awalnya hanya digunakan dalam kasus/dunia percintaan. Biasa keluar itu kata ketika seorang cewek misalnya di PDKT-in terus sama cowok, tapi kok gak ditembak-tembak ya? hmm dasar PHP! ^^  Lalu, misalnya ada cowok yang sedang masa pendekatan dengan cewek, si cewek fine-fine aja tuh kelihatannya sama perilaku si cowok kayak misal diantar-jemput, ditraktir nonton bioskop, ditraktir makan, dsb. Eh, tetapi berselang berapa lama malah si cewek jadian sama cowok lain , *glekk…padahal si cowok yang lagi pdkt ini udah berbunga-bunga, udah GEER pendekatannya disignal hijau, “terusss kenapa jadiannya bukan sama gueehh?” batin si cowok sambil garuk-garuk tanah, udah berapa modal itu keluar hahhaha😀

Hayooo apakah diantara kalian ada yang pernah mengalami? Mohon maaf aja sama Tuhan kalau pernah khilaf PHP begitu yaa…Maafin aku ya Tuhan >__<

Tetapi, di tulisan saya kali ini jauh ingin membahas persoalan yang lebih dari sekedar PHP. Pernah dengar kan lagunya Maliq D’Essential – Coba Katakan? Kalau yang belum, coba deh dengerin, terus diresapi maknanya. Sebenarnya saya juga baru tahu lagu Maliq yang ini setelah salah seorang temen saya memperkenalkannya dalam sebuah kesempatan karaokean bersama. Well, sebenarnya lagu ini kayaknya pas buat menyindir salah seorang teman saya satu lagi yang pacaran udah cukup lama tetapi belum menikah juga dikarenakan mentok persoalan beda agama, huft…

Bukan persoalan cinta tapi beda yang mau saya bahas disini, tetapi lebih ke antara Harapan dan Kepastian dalam sebuah hubungan itu sendiri.

Pertama kita berbincang dulu mengenai apa sih tujuan kalian pacaran? Jawaban yang keluar dari mulut kita pasti beraneka ragam. Ingin ada yang nemenin makan atau nonton, ada yang jawab biar ada yang ngucapin selamat tidur (etdah -__-), ada juga yang jawab biar ga kalah sama temen, dan masih banyak lg jawaban2 yang terdengar asal tetapi sungguh terjadi.

Namun, rata-rata jawaban dewasa adalah: ingin mengenal lebih dalam seseorang yang kelak akan menjadi teman hidup kita selamanya! Ini jawaban orang yang berpikir ke depan lho. Lalu, seberapa lama sih waktu yang kalian butuhkan untuk mengenal si dia? 1 tahun? 2 tahun? 6 tahun? 7 tahun? Perlu diingat, cinta atau lebih tepatnya perasaan cinta yang rasanya berdesir-desir itu hanya mampu bertahan paling lama hanya 4 tahun. Selebihnya, komitmenlah yang berbicara. So, bisa dibilang semakin lama kita bermain dgn waktu semakin ada aja rintangan memberati langkah-langkah.

Di tiap sebuah relationship, kita pastilah memiliki harapan-harapan. Dan harapan paling besar pastilah “semoga berjodoh”. Namun, harapan ya tetaplah bernama harapan jika tidak ada kepastian. Buat apa menjalani hubungan jika tidak jelas kedepannya mau dibawa kemana? menyia-nyiakan waktu, menggali lubang sendiri untuk suatu saat terjatuh kedalamnya. Harapan bisa berujung kesakitan jika tidak bisa terwujud. Dan, sangat jahatlah seseorang yang memberikan harapan tanpa berusaha mewujudkannya.

#FiksiMini #edisiCintaTapiBeda

Laki-laki itu berdiri memunggungi si gadis, dari mulutnya terlontar sebuah rentetan kalimat yang berhasil memancing air mata si gadis.

“Yang perlu kamu ketahui dengan pasti, aku mencintaimu dari segala yang ada bahkan melebihi diriku sendiri. Tetapi, aku memang tidak akan pernah bisa…tidak akan pernah bisa mengikuti keyakinanmu…” Ucap laki-laki itu tanpa berani menatap si gadis.

“Apa? kamu ngomong apa sih? bukankah dulu kamu berjanji? bukankah kamu yang selalu memberiku harapan, pun disaat aku mulai meragu dengan hubungan kita?” jawab si gadis dengan mata mulai berkaca-kaca.

“Iya, dulu aku pikir aku bisa. Tetapi, aku tidak tega menyakiti ibuku. Kau tahu kan aku anak laki-laki satu-satunya. Mana bisa aku tega menyakiti malaikat yang menghadirkan aku ke dunia.”

“Lalu aku?” Si gadis mulai menangis. Sekelebat-kelebat peristiwa mengawang-awang di benaknya. Bagaimana dulu ia selalu nyaris menyerah dengan hubungan yang terbatasi oleh benteng ini. Bagaimana dulu ia selalu ingin mengakhiri secepat mungkin hubungan yang tidak ada ujungnya ini, karena baginya dulu tidak apa sakit sekarang ketimbang semakin lama semakin mencinta. Tetapi, kini apa yang ia takutkan tiba di sore ini.

“Kamu masih punya aku. Dan aku berjanji tidak akan menikah sampai kamu duluan yang menikah. Kamu harus kuat.”

“Kenapa? kenapa?…” isak si gadis. Hanya angin sore yang menjawab ketidakberdayaan mereka untuk bisa bersama. Perbedaan mereka terlampau besar. Lebih besar ketimbang harapan-harapan yang dulu mereka rangkai.

-end-

I dedicated this to my bestfriend,

These arms for you are open, this heart for you does care! keep strong babee…Segala sesuatu indah atas izinNYA🙂

Lirik Lagu Maliq D’Essential – Coba Katakan

Coba coba katakan kepadaku bahwa kita sedang berjalan menuju satu alasan
Janganlah kau katakan bila kita memang tak ada tujuan dari apa yang dijalankan

Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini

Coba coba katakan kepadaku sekali lagi bila kita memang benar akan kesana
Buktikan dan buat aku percaya bahwa kita bisa mewujudkan bahagia

Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini

Ohh.. Oh.. Habis sudah semua rangkai kata
Telah terungkap semua yang ku rasa
Yang kuingin akhir yang bahagia

Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka

Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini

Yang ku inginkan satu tujuan
Sebuah kenyataan bukan impian
Bukan harapan bukan alasan
Satu kepastian

Coba katakan
Coba katakan
Coba katakan
Coba katakan

Well, bisa ditarik sendiri kesimpulannya ya. Bagaimana sebuah harapan bisa berujung kecewa dan sedih. Kepastian itu diperlukan, bukan alasan, bukan harapan…

salam ily :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s