Delusion of Jealous

haiiii…

 

Judul tulisan saya kali ini kok berbau-bau psikologis ya? ya bagi yang sudah pernah denger isitilah tersebut pasti tahu saya lagi mau share apa malam ini.

Gangguan delusi merupakan suatu kondisi dimana pikiran terdiri dari satu atau lebih delusi. Delusi diartikan sebagai ekspresi kepercayaan yang dimunculkan kedalam kehidupan nyata seperti merasa dirinya diracun oleh orang lain, dicintai, ditipu, merasa dirinya sakit atau disakiti. Gangguan delusi dapat terjadi pada siapa saja dengan beberapa kondisi tertentu.

Nah, delusi itu banyak jenisnya guys…salah satunya adalah seperti yang ada di judul atas. Delusion of jealous; seseorang mempercayai bahwa pasangannya berselingkuh atau tidak dapat dipercaya. Hal itu ia yakini terus dan berdampak tentu saja tidak baik, buat dirinya, pasangannya, maupun hubungan yang mereka bina.

Orang yang memiliki gejala delusi cemburu ini memiliki kegemaran yang seputaran dengan obsesinya serta usahanya menemukan indikasi perselingkuhan yang dilakukan pasangannya. Meski sebenarnya si pasangan tidak melakukan hal tersebut, tetapi si penderita ini masih terus meyakini dan tidak mudah percaya. Contohnya, ia mulai memiliki kewajiban memeriksa segala isi   kotak masuk di handphone pasangannya. Memeriksa log panggilan masuk, panggilan keluar, missed call, bahkan ada aplikasi dari provider tertentu yang bisa menelusuri panggilan terakhir. Tentu saja kegilaan lain adalah, menyamakan tipe handphone, menyamakan kartu sim, ini upaya dari kemudahan dalam hal pelacakan (pikiran si penderita mungkin begitu?).

Jika gadget berperan penting, sosmed pun begitu, tiap detik mungkin sosmed pasangan si penderita dipantau. Berkomunikasi dengan siapa saja dia hari ini? jika ada teman wanita yang kebetulan sedang berinteraksi, tanpa langsung berpikir dia akan mulai menyerang teman wanita  pasangannya dengan serangan verbal, seperti contoh: lo siapanya cowok gue? ngapain lo malem-malem chat sama dia? bla dan bla.

Selain itu semua, yang lebih memprihatinkan adalah sikap si penderita yang mulai suka investigasi kayak polisi. Hal-hal tersebut adalah sebagian contoh yang biasa dialami orang yang memiliki gejala ini. Tentu saja ada hal-hal lain yang menjadi kebiasaannya.

Lalu, apakah bisa suatu hubungan dijalankan dengan baik serta benar jika kecurigaan menjadi momok yang menakutkan? Seorang teman saya (laki-laki) pernah bilang, dia suka dicemburuin gak jelas sama pasangannya dan itu buat dia jengah karena cemburu yang tidak berdasarkan fakta maupun logika. Nyaris teman saya itu tidak memiliki teman wanita yang dekat karena ya memang rules dari si pasangannya ini. Lalu dia juga bilang, kalau dia yang tadinya baik-baik saja malah jadi belajar berselingkuh dari tindakan-tindakan ceweknya tersebut. Seseorang anak kecil semakin dilarang semakin ingin mau mencoba kan? dan sesuatu itu pasti memiliki batas.

Begini saja, saya percaya: apapun yang diyakini terus menerus pasti bisa menjadi kenyataan, sekalipun itu berawal dari fantasi.

sekian,

salam ily :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s