Bahkan Bintang dan Bulan Tidak Sedekat itu…

Jika malam datang, di kertas luas bernama langit itu ada dua benda bersinar dalam kegelapan. Ya, mereka disebut bintang dan bulan.

Seperti yang semua lihat, bintang dan bulan selalu datang bersama.
mereka berdampingan, bercakap seolah kita tak mendengar.
Mereka seakan berdekapan menghangatkan, seolah sinarnya akan dirampas angin dari barat.

Mereka terkadang membuat cemburu, kebersamaanya memanaskan jiwa-jiwa yang terengut sepi…

Jika fajar mengetuk dunia, mereka pergi dengan hormat, lebih tepatnya menyerahkan singsana kepda mentari.
Akrab dan dekat sekali yaa mereka???

Akan tetapi, ternyata…

ternyata mereka tak sedekat yang kita semua kira, tak saling mengenal, mereka tak pernah saling menyapa.

kenapa bisa?

ya, bulan dan bintang tak pernah duduk berdampingan

Bulan memang ada dan selalu ada di atap bumi
namun, sang bintang hanyalah belaka. Bintang yang biasa kita lihat sesungguhnya hanyalah sinar yang berasal dari bintang yang ada jutaan tahun lalu.
Bintang yg kita lihat, mungkin sudah musnah jutaan atau bahkan ribuan tahun yang lalu.
Cahayanya baru sampai pada kita setelah sekian lama, karena jarak kita yang terlalu amat melampaui jauh dengan angkasa.

Jadi? ya, bintang tak pernah ada dekat bulan, hanya cahayanya yang menipu kita. Terdengar mengecewakan bahwa hanya cahayanya saja yang mampu kita tangkap, tanpa wujud nyata dari bintang tersebut. Ini membuktikan bahwa kebersamaan bulan dan bintang itu mustahil. Kebersamaan yang mustahil, tidak abadi…lalu kebersamaan apa yang abadi?
bagaimana menurut kalian?

bunga dengan kumbang?
awan dan hujan?
atau ibu dan anak? Sepasang kekasih?

apa?
apa?
kebersamaan apa yang abadi?

Kebersamaan apa yang tidak mustahil? yang tidak terpisahkan oleh satu alasan apapun? Jika kebersamaan bintang dan bulan bisa dijelaskan kemustahilannya, bagaimana dengan kebersamaan antar manusia? Kita bisa lihat orangtua kita yang tak terpisahkan, selalu harmonis dan menjadi teladan untuk kita anak-anaknya, namun apakah bisa dibilang itu abadi? bukankah ada sebuah ayat yang berbunyi “Setiap yang bernyawa pasti mati” ( QS. Ali Imran [3] : 185) ? Berarti hubungan itu pun tak abadi karena kelak salah satu dari mereka akan ada yang ditinggalkan maupun meninggalkan.

Hidup bukan persoalan mencari sesuatu yang selamanya atau abadi, hidup adalah bagaimana kita mampu menjaga sesuatu yang ada disamping kita sampai tiba saatnya pemilik sebenarnya menginginkannya kembali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s