One Of My Fave Ayat

Saya punya beberapa Ayat suci Al-Quran yang saya senangi atau istilahnya saya dibuat jatuh cinta oleh rangkaian katanya yang sangat hangat dibaca.
Walau memang sebenarnya semua Ayat suci di Al-Quran itu bagus dan bermakna semua, namun saya punya beberapa yang selalu saya jadikan visi misi dalam hidup pribadi. Salah satunya adalah ayat dibawah ini, yang berbunyi:

“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.” (Qs. An Nur:26)

Sekilas nampak sederhana dan biasa bukan rangkaian kalimat di atas? Namun, bagi saya pribadi ini adalah salah satu ayat yang sering saya ujar dalam hati ketika saya kembali gagal dan gagal bertemu seseorang yang tepat untuk saya kasihi. Ya, bagi saya cinta itu tidak ada yang salah karena cinta adalah hasil dari tindakan kita. Terkadang yang salah adalah dengan siapa kita memberi cinta kita tersebut. Kegagalan-kegagalan yang sering menghampiri adalah salah satu bukti bahwa kita sedang berjalan menuju ke sesuatu yang benar. Kita bertemu dengan orang yang salah untuk membuat kita belajar menjadi baik, tambah baik, dan semakin baik, sehingga pada akhirnya kita menjadi pribadi yang baik, lalu bertemu dengan yang baik pula.

Seperti yang telah Allah janjikan pada ayat di atas, tidak rugi menjadi wanita baik karena Allah pasti akan menyandingkan kita juga dengan laki-laki yang baik. Baik disini atas penilaian-Nya lho…bukan penilaian kita sebagai manusia. Siapa sih yang tidak ingin mendapat jodoh yang baik, baik Imannya, baik perangainya, baik untuk menjadi Ayah dari anak-anak kita kelak? Jika kita menginginkan hal tersebut, maka usaha kita cukuplah memantaskan diri, memperbaiki diri di mata dan hadapan Tuhan.

Ayat inilah yang selalu senantiasa memberikan spririt buat saya, walau terkadang sulit menjalankan ketimbang teori. Tapi, percaya deh suatu saat nanti jika kita sudah bertemu dengan si “right person”, pd akhirnya kita cuma bisa menertawakan diri kita saat-saat menangisi si “wrong person” dahulu, bahwa betapa kita pernah sebodoh itu ya ternyata…

Sekian,

semoga kita selalu menjadi orang yang baik ya di mata-Nya. Amiiiin….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s