Pengalaman Pertama Medical Check up

Mau berbagi pengalaman ini sama yang namanya medical check up atau tes kesehatan buat kepentingan pekerjaan. Memang sih sepengalaman saya bekerja di beberapa perusahaan, baru di kantor ini yang diharuskan tes kesehatan, mungkin karena ini perusahaan sudah punya nama besar (?) ah, tidak juga padahal perusahaan-perusahaan sebelumnya juga punya nama sih. Terlepas dari formalitas saja atau memang dibutuhkannya data kesehatan calon karyawan bagi si perusahaan, biasanya medical check up itu gratis alias ditanggung si perusahaan ya.

Langsung saja ke pokok cerita. Oh ya berhubung saya belum final alias masih dalam proses menunggu untuk sah menjadi karyawan perusahaan ini, maka saya rahasiakan dulu ya namanya hehe…Sebut saja dengan perusahaan ‘SS’😀

Pada satu pagi saya yang sedang bekerja seperti biasanya, ditelpon oleh HRD dari SS buat melakukan medical chek up keesokkan harinya. Padahal nih ya si SS sudah lama banget gak ada kabar selama hampir sebulan, dan sekarang tiba-tiba dia menelpon, alhamdulillah…Dari perbincangan telepon dengan HRD, saya hanya mendapat info bahwa harus ke kantor SS dulu untuk bertemu dengan Bapak. Z guna mendapat surat referensi untuk ke sebuah rumah sakit bernama Bella (baru pertama kali saya dengar nama RS ini). Tidak ada perintah untuk berpuasa terlebih dahulu, atau petunjuk lainnya jadi ya saya setelah ditelpon mendadak penasaran. Apa sih sebenernya rangkaian dari medical check up itu? saya ini penakut banget, apalagi sama yang namanya dokter, jarum suntik, darah, dan periksa mata! Jadi, saya mulai menerka-nerka bagaimana medical chek up itu? apakah disuntik? apakah disuruh naked guna memeriksa semua anggota tubuh? aahh parno sendiri lah pokoknya😦. Akhirnya saya bbm banyak orang buat sekedar nanya medical check up itu ngapain aja, hahaaa. Beberapa teman sudah ada yang pernah dan membagi pengalamannya, beberapa ada yang jawab gak tahu karena belum pernah. Salah satu info dari teman saya yang sudah pernah melaksanan MCU ini bilang kalau ada tes kanker payudara! seketika itu juga langsung lemes, down…teringat kalau (alm) Ibu saya yang meninggal karena mengidap penyakit kanker. Bukan tak mungkin kecemasan melanda, sebagai salah satu anak perempuannya untuk bisa mendapatkan penyakit serupa (tetapi saya selalu berdoa semoga anak-anak serta cucu-cucu almarhumah selalu sehat dan bebas dari penyakit ganas tersebut). Selain nanya-nanya ke teman-teman, saya juga coba googling dan alhamdulillah dapat gambaran sedikit-sedikit mengenai MCU.

Besoknya ditemani sama lelakiku yang paling kusayang alias ayahku ayah paling baik seduniaaa aku berangkat ke PT SS mengambil surat lalu setelah itu ke RS. Bella yang tempatnya lumayan jauh. Hati semakin berdebar-debar ketika sudah sampai di RS, lalu langsung saya menuju ruang MCU dan registrasi sama adminnya. Dikasihlah saya form yang isinya tentang riwayat kesehatan yang harus saya isi sendiri dan dibaliknya diisi oleh calon pemeriksa.

Rontgen

Pertama-tama saya disuruh ke ruang laboratorium. Sampai disana saya dioper ke ruang rontgen karena laboratorium lagi full, jadi kata adminnya biar menghemat waktu saya rontgen saja dulu. Baiklah saya rontgen deh, ini juga first time saya melakukannya. Kalimat pertama yang saya ujar adalah “sus, gak buka baju gak apa?” ehehe. Dan syukurlah katanya gak apa, hanya saya saja blazer luaran saya harus dibuka dahulu. Sepanjang pemeriksaan saya nanya-nanya aja apa yang ada di kepala, kata susternya rontgen ini berguna memeriksa jantung, paru-paru kita apakah baik-baik saja atau bermasalah. Kalau saya sih alhamdulillah selama 24 tahun ini tidak pernah mengalami sesak nafas atau hal semacamnya dan susternya senyum-senyum saja punya pasien banyak tanya macam saya ini (dimaklumi ya noraknya saya?haha). Click!! rontgen itu cuma menempelkan bagian depan kita sekitar dada dan dipotret pakai alat lalu sudah! semoga hasilnya sehat, amin…

 

Laboratorium (periksa darah dan urine)

Laboratorium RS. Bella

Laboratorium RS. Bella

Setelah dari ruang rontgen saya kembali ke laboratorium, beberapa saat menunggu akhirnya dipanggil disuruh masuk. Was-was bener! anti banget deh ah yang namanya suntik huhu, tetapi ayah nenangin katanya paling diambil darahnya dari jari doang dan gak banyak. Okelah agak tenangan sayanya…Eh akan tetapi saudara-saudara, ternyata beda dengan yang ayah bilang. Saya disuruh buka blazer karena blazernya emang ketat dan susah ditarik sampai siku tangan saya karena si suster mau ambil darahnya dari nadi di lengan. Aaaaa subhanallah sakit pas ditusuk terus disedot darahnya, saya sih cuma merem aja ga berani liat itu darah terpisahkan dengan raga hahahaha. Habis disuntik manja, saya dikasih botol kecil buat menampung urine. Aduh saya ketar-ketir ini, walaupun mengambil urine bukan yang pertama kali, tetapi ini pertama kalinya saya ambil urine saat sedang haid😦 . Udah gitu 10 menit yang lalu saya barusan buang air kecil karena sudah kebelet banget sejak di perjalanan. Hahaha dan ternyata bener urine saya keluar cuma dikit dan saya unjukkin ke susternya, katanya urinenya tidak cukup jadi saya disuruh ulang lagi. Baiklah saya izin keluar dahulu buat beli minum dan minumlah saya sebanyak-banyaknya biar cepet buang air kecil lagi. Sambil jalan-jalan juga ke mall yang persis di belakang RS, si ayah minta temenin cari celana. Pas udah gitu saya balik lagi ke laboratorium dengan pedenya bilang mau buang air kecil, pas di dalam malah gak keluar lagi cairan yang dinanti-nanti. Aaaah malu, aahh mau nangis rasanya😥 kenapa jadi susah begini padahal biasanya saya beseran orangnya huhu. Susternya untung baik, dia ketawa-ketawa aja bilang saya suruh banyak minum lagi. Ya ampun sus, gak lihat apa perut jadi kembung? udah minum 2 botol air mineral yang 1 botolnya 600ml. Saya pun izin lagi keluar dan bilang untuk bawa ini botol urine dan mau coba di toilet luar saja (biar gak makin malu kalau-kalau nanti mau coba lagi). Hampir setengah jam duduk saja berdua sama ayah di luar, katanya sih saya stres alias nervous jadinya bikin urine gak mau keluar haha. Nah, pas beberapa saat kemudian, hasrat untuk ke toilet akhirnya datang. Saya langsung cuss ke toilet umum (bukan yang ada di laboratorium) dan aaah senangnya akhirnya botol urinenya penuh juga sama punya saya hahahaa *ketawapuas*. Dan langsung dengan bangganya kasih itu botol ke suster heheeee…

wajah sehabis disuntik dan stres menanti hasrat buang urine :D

wajah sehabis disuntik dan stres menanti hasrat buang urine😀

Lanjut ke poli umum bertemu Dokter

Kali ini pemeriksaan sama dokternya langsung, untung dapet dokter yang cewek nih gak kebayang kalau cowok. Pas masuk disuruh buka jilbab dan berbaring. Diperiksa telinga, mata, mulut, dan perut sambil ditanya-tanya. Sudah menikah? apa punya maag? sering mual? saya agak bohong nih (bohong kok agak? :p) saya bilangnya gak ada keluhan eh tetapi dokternya mungkin melihat saya sepersekian detik meringis kali ya ketika perut bagian kanan saya ditekan-tekan dan ditanya sakit gak? “enggak dok” sambil meringis. Jadilah di catatan form tadi saya ditulis ada maag oleh si dokter (yah ketahuan deh punya maag, emang gak bisa bohong sama yang expert -__-).

 

Kembali ke ruang MCU

Selanjutnya saya kembali ke ruang MCU yang tempatnya lumayan jauh dari ruang-ruang sebelumnya, kasihan ayah capek jadinya saya suruh tunggu saja di lobby deh daripada balik lagi ke MCU terus balik lagi ke lobby yang menuju parkiran mobil. Sampai di ruang MCU saya serahkan form yang telah terisi dan kemudian saya ditimbang, diukur tingginya, dan ditensi. Alhamdulillah semua normal kecuali berat badan yang aah sudahlah😀 Tahap terakhir nih, periksa mata. Pemeriksaan yang paling menjadi momok menyeramkan. Jujur saja, sebenarnya mata saya tidak normal khususnya yang sebelah kiri. Sejak SD pernah diperiksa ke dokter mata dan saya dinyatakan ada silinder. Tetapi sampai kini saya malas memakai kacamata karena benar-benar tidak nyaman. Alhasil selama ini saya melihat 90% dibantu dengan mata kanan saya yang alhamdulillah normal. Awalnya saya dipakaikan alat seperti kacamata yang sebelah kirinya tertutup kanannya terbuka lalu disuruh menyebutkan deret huruf yang semakin ke bawah semakin kecil, dengan sukses saya berhasil menyebutkan huruf-huruf yang ada. Nah pas giliran sebelah kanannya yang tertutup….ZONG! sejak deret pertama saya sudah meraba-meraba itu huruf apa😦 sampai di deret ketiga sudah menyerah dan mulailah dicoba-coba ganti lensa dan diputar-putar sudut kemiringannya mencari sudut yang pas agar saya setidaknya bisa melihat dengan jelas. Singkat cerita, pemeriksanya bilang sangat disayangkan saya tidak menggunakan kacamata karena mata kanan saya kasihan terbebani lebih karena si mata kiri yang sudah tak normal. Silinder saya benar-benar sudah parah. Saat itu juga mau nangis rasanya karena berkali-kali nyoba membaca huruf di depan namun gagal. Dan airmata saya akhirnya tumpah pas cerita ke ayah, sedih memang rasanya kalau kita memiliki kekurangan dalam diri kita. Bukan apa-apa, saya jadi kembali mengingat bahwa selama ini saya lalai. Saya kemudian sudah ada niat akan ke dokter mata kembali untuk memeriksa lebih lanjut dan berencana memakai kembali kacamata. Semoga gak terlambat🙂

Selesainya pemeriksaan mata maka selesai juga rangkaian medical check up yang saya jalankan. Start dari jam 10 berakhir di jam 13.00 lebih. Cukup lama, tetapi ini sudah hitungan cepat karena saya tidak mengalami antrian saat di dokternya. Waktu habis di saat mengambil urine hehe dan pemeriksaan mata. Medical check up yang saya jalani termasuk kategori tidak ribet karena bisa dilihat rangkaiannya, tidak ada tes lari atau treadmill maupun diperiksa payudaranya. Terakhir, saya pun tanya ke admin MCU kapan hasilnya ada dan katanya lama 2 hari kerja hasil sudah di perusahaan SS. Semoga hasilnya bagus dan tidak mengkhawatirkan, amin…

 

 

Sekian ^^

18 thoughts on “Pengalaman Pertama Medical Check up

  1. Mba gimana jadinya hasilnya.. Saya juga sama, mata saya sebelah kanan tidak bisa melihat.. Sebelah kiri normal bgt dan jernih.. Mau MCU juga di perusahaan.. Tpi takut dan minder

    • Pendapat sy sih, sbnrnya kesehatan mata msh bs ditolerir kalau kedepannya msh bs dibantu kacamata. Hanya sj mempengaruhi penampilan, mungkin krn posisi sy back office jadinya ini gak menjadi kendala. Mungkin akan beda hasil jk di bag. marketing atau frontliner (yg umumnya dituntut berpenampilan menarik). 🙂

      • Hallo mba.. Salam kenal..🙂
        Mba, habis membaca tulisan mba, kayaknya saya tahu deh dengan perusahaan yg mba maksud (kalau benar sih, hehe..), soalnya sekarang saya juga sedang menunggu kabar hasil test medcheck dari perusahaan yg juga berinisial SS. Beberapa teman saya yg juga melamar di perusahaan ini kalau tidak salah, dulu juga melakukan medcheck di RS Bella, kalau saya sendiri testnya di salah satu RS di daerah Ungaran, Jateng. Kalau boleh tahu, hasil medcheck-nya gimana mba? Saya dan teman2 yang berbarengan saat medchek sudah lebih dari 3 minggu ini masih harap-harap cemas menanti kabar dari PT SS, hehehe..
        Makasih ya sebelumnya..

  2. hahaha… pengalaman tes urinya hampir kayak saya mba, bedanya saya disuruh tes urin ulang di minggu berikutnya, ya gara2 urin yang ditampung sedikit…:D sekarang masih H2C nih, semoga saja bisa lolos tes medikal ini… amin…

    salam kenal y mba,,,

  3. sya malh baru mo di MCU hati sya dek”an bgd … mba ada yg blg gni gttu….
    trus tmn saya ada yg dah gg gdis dy takut ktawan ksian bgd kyanya streeess brat dy ….

  4. Besok baru mau MCU nh. Semoga ga ada yg aneh” takut juga karna punya Buta Warna. Semoga ga menjadi penghalang amin.

  5. Kok teman saya malah ampe di suruh bugil ya?? Apalagi teman saya cewek dan yg ngecek cowok lagi… baca cerita mbk diatas kykny teman saya di kerjain…

  6. Setelah baca ini perasaan sy ko semakin cemas ya ehhee.jujur sy takut medical check up tp sy jg tau banyak manfaatnya.sudah lbh dr 4 bulanan sy mikir tp blom jg kuat mental sy melakukannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s