Wedding Things – Part 1

Wedding Ring

Dari zaman masih single, berstatus pacar orang – sempet serius – namun gagal😀 , sampai jadi pacar orang lain lagi (Insha Allah ini yang terakhir aamiin :D) selalu bertekad buat nulis di blog tentang cerita ceriti mengenai perintilan wedding. Tekad ini pun yang membawa gue untuk menulisi blog ini kembali hihi. Alhamdulillah kurang dari 4 bulan kita jadian, kita sudah memiliki rencana untuk melanjutkan hubungan ini ke jenjang yang lebih suci nan tinggi yakni pernikahan. Masih seumur jagung memang, namun kita sudah sama-sama yakin dan menunggu apa lagi? Toh sekarang atau beberapa bulan lagi akan sama saja, karena waktu bukanlah benar-benar menjadi tolak ukur utama dalam memutuskan hidup bersama. Keyakinanlah yang menentukan.

Setelah punya pemikiran buat menikah, hal yang pertama kita sepakati adalah mencari sebuah benda yang merupakan simbolisasi dalam mengikat, yesss sebuah cincin. Dimana cincin akan menjadi simbol saat dia datang dengan keluarganya melamar gue. Punya niat itu penting, namun mengikat itu juga tak kalah penting. Setelah memilih tanggal serta bulan untuk lamaran maka kita berdua mulai hunting si cincin yang akan sama-sama melingkar di jari kita🙂

Bermodalkan tanya-tanya kakak yang sudah pada menikah dan juga cari referensi dari blog-blog capeng akhirnya kami punya beberapa tempat untuk disambangi. Banyak sihhh referensi dari mulai pasar Paseban (referensi dari Kakak gue yang katanya sih emas murah disana) terus ada blok m plaza, dan cikini gold center yang tersohor di kalangan blog capeng. Kita berdua akhirnya memutuskan ke Cikini dulu, awalnya Cuma mau survey dulu sembari lirak lirik.

Jatuh cinta pada pandangan pertama

Sore hari sampai Cikini malah mampir ke toko kembang dulu hehee beli mawar kesukaan, terus sholat di masjid depan CGC.

IMG_20150725_175916

The Roses

Berhubung sudah sore, lokasi nampak sudah lengang meski masih ada beberapa pasang muda mudi yang nampaknya juga sedang hunting cincin. Masuk ke pertokoan, jalan lurus aja sambil lihat (namun tidak mendekat) karena kita berdua masih newbie banget jadi masih takut-takut dan gak paham hahaha. Ahh, andai masih ada Umi pasti almarhumah yang menemani putri bontotnya ini mencari emas :’’)

Tengok sana sini toko pertama yang mencuri perhatian gue adalah toko bernama Kenanga. Gue lihat tokonya gak sepi-sepi amat ada sekitar 3 pasang orang disitu. Pingin sih nyamperin tuh toko karena prinsip gue toko yang sepi pastilah tokonya mahal atau kurang bangus hehe :p Melihat toko Kenanga kayaknya ada harapan namun entah kenapa kaki masih enggan melangkah kesana, jadi gue sama si Bey masih aja jalan lurus sampai akhirnya ketemu Toko Emas Suki yang berada di paling pojok yang wahh lumayan rame saat itu sekitar ada 5 pasang pemuda pemudi. Dan memori gue langsung ingat banget kalau nih toko yang banyak direkomendasikan oleh para capeng. Langsunglah gue ajak Bey lihat-lihat cincin-cincin yang berderet di etalase. Gak lama lihat-lihat iihh nemu yang gue suka! Sepasang cincin yang sederhana, tidak glossy, dan tentunya emas putih! Gue memang obsesi banget sama emas putih. Langsung minta lihat sama bapaknya yang sibuk sama tamu lain namun tetap ramah dan melayani (point plus). Pas lihat ini cincin langsung jatuh hati, dan si Bey juga sama. Kita memang satu selera sih orangnya, gak suka yang terlalu glamour atau yang wah banget. Gue ini tipe yang susyaaah jatuh cinta sama benda, baik itu cari sepatu, tas, atau barang lainnya. Namun tipe yang juga kalau sudah sreg dan jatuh hati bakal langsung menetapkan pilihan dan tidak berusaha mencari yang lain sebagai pembanding lalu menimbang bagus yang mana. Lagi – lagi sama dengan si Bey hehee dia pun juga begitu. Alhasil ketika kita sudah suka sama ini cincin kita sama-sama nanya :

“Mau lihat-lihat toko sebelah dan lainnya?” tanya si Bey

“Hmmm. Aku jatuh hati….sama ini. Malessss lagi cari yang lain kalau udah sreg”

“Sama aku juga”

“Tapi masa sih kita gak cari pembanding lain?” gue mulai ragu

“Terserah beybiii” jawab dia sambil senyum.

“Gak usah deh, mesen ini ajalah ya hahaha.”

“Hahaha…”

Begitu deh kita yang memang simple gak neko-neko. Gue pribadi sih mempertanyakan juga kok perasaan orang-orang pada ribet yah cari cincin nikah, dari mall to mall, kroscek toko sana toko sini. Kenapa gue dengan mudahnya? Apa gue yang terlalu cuek dan asal jadi aja? Tapi langsung gue menepis pemikiran itu, yah gue pikir namanya jodoh yaaaa…Allah udah mempermudahkan jalan gue bertemu si cincin ini masa iya gue sengaja sulit-sulitin sih? Toh gue suka dengan modelnya. Mungkin akan banyak perintilan lain nanti yang menunggu untuk gue pusingkan jadi untuk part cincin dimudahkan hehee. Setelah itu kita langsung pesan cincin nikah kita di Toko Emas Suki, yeaayy!!

Berikut Detailsnya :

Nama vendor cincin : Toko Emas Suki, lantai 1 Cikini Gold Center. Paling pojok kanan

Material :

– Emas putih (4gr) @370k (buat aku)

–  Palladium (4gr) @300k (buat bey)

– Diamond 1 mata

Total 5jt include grafir + ongkos pembuatan

Lama pengerjaan 3 minggu

Metode pembayaran minimal DP 2jt

IMG_20150802_145413

Bapak toko emas Suki

IMG_20151107_203507

Model cincin yang gue sukai, simple, manis, dan 1 mata

Alhamdulillah langkah pertama dimudahkan semoga kedepannya juga selalu dimudahkan. Pulang dari cari cincin kita berdua melipir makan di nasi goreng kambing kebon sirih ya Allah maknyussss. Sampai jumpa di wedding things lainnya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s