Pengalaman Senam Hamil

Assalamualaikum wr.wb

Kali ini mau sharing tentang proses kehamilan saya, lebih tepatnya tentang pengalaman ikut senam hamil. Jadi, sewaktu usia kandungan memasuki 7 bulan saya sudah disaranin sama dokter kandungan untuk ikutan senam hamil. Sebelumnya memang sudah niat dan berencana ikut tapi kepentok sama jam kerja. Kebetulan saya kerja dari Senin-Sabtu, sedangkan jadwal senam hamil di kebanyakan RS itu hanya hari Sabtu. Tapi, alhamdulillah kalau masuk di hari Sabtu itu hanya sampai pukul 14.00 dan ada jadwal senam hamil di Sabtu sore yakni pukul 16.00. Saya memilih ikutan senam hamil di RS. Mitra Keluarga Bekasi Barat, Sabtu Sore. Kenapa memilih disana? karena dari usia kandungan 1-7 bulan saya memang kontrol kandungan disana dengan dr. Lina Meilina (kapan-kapan saya akan posting juga review selama kontrol disana dengan beliau ya). Meski pas banget 28weeks saya hijrah ke RS lain, saya tetap milih ikutan senam hamil di RS. Mitra karena alasan lainnya adalah dekat sama rumah dan kantor. 

Pertama kali ikutan senam hamil disana itu sebelumnya pagi harinya suami sehabis mengantar saya ke kantor, ia cus ke Mitra buat daftar dengan bayar 20ribu, murah ya? untuk pendaftaran senam hamil biasanya di lantai 2 sedangkan untuk senamnya dilakukan di lantai 6 ruang audiotarium. Sabtu sorenya setelah pulang kerja saya langsung cus ke Mitra tanpa pulang ke rumah dulu karena mengkhawatirkan kemacetan Bekasi yang biasanya parah kalau hari Sabtu. Sampai di RS ternyata masih jam 3an, langsung ke TKP aja deh pikir saya buat nunggu. Wah ternyata naik lift paling atas tuh sampai lantai 5 aja dong, untuk ke lantai 6 ternyata harus lewat tangga. Hihi sepertinya sengaja ya dibuat naik tangga buat bumils biar ga males :p

Sampai di atas ternyata zonk! masih sepiiii cyiin. Gak apa deh saya ganti baju dulu aja di kamar mandinya yang lumayan pewe. Sehabis ganti baju belum ada juga tanda-tanda peserta lain yang dateng. Saya masih ditemani bey sambil nunggu sambil browsing mengenai gerakan-gerakan senam hamil. Menjelang jam 4 kurang mulai muncul satu persatu bumils yang mau senam juga. Mulai deh kenalan, ngobrol-ngobrol dengan standart pertanyaan ibu hamil tentang udah berapa bulan kandungannya, jenis kelaminnya apa, bla bla😀 Karena sudah dapet temen ngobrol saya akhirnya menyuruh beybii untuk pulang aja dulu, daripada dia nungguin 2 jam kan lumayan BT.

Setelah itu saya masuk ke ruangan yang cukup luas, sudah terhampar banyak matras dengan bantal guling di atasnya. Pilih tempat yang nyaman dan duduk sembari nunggu instrukturnya dateng. Saya diajakin sama bumil yang tadi ngobrol untuk ganti baju senam. Ohh ternyata disini disediain baju senam plus celananya juga dari sponsor (baca: susu prenagen :P)

beautyplus_20160820162833_save_1471695215667

Setelah itu baru instrukturnya dateng terus absen dulu, lalu mulai deh senam buat ibu-ibu hamil. Secara keseluruhan sih senamnya lumayan ya dari mulai pemanasan tangan kaki supaya gak gampang kram, terus diajarin gerakan mencegah ambeien, diajarin menarik dan membuang nafas dengan benar, gak lupa juga cara mengejan (untuk ini diperbolehkan bagi yang usia kandungan sudah lebih dari 36weeks), terakhir adalah rileksasi dengan posisi tidur yang benar. Di sela-sela senam juga ada sesi sharing, dimana si bidan memberitahukan apa saja tanda-tanda siap melahirkan. Dari yang saya tangkap sih ada 3 tanda kita akan segera melahirkan. Yaitu: kontraksi yang disertai rasa mulas, keluarnya darah bercampur lendir, terakhir pecah ketuban. Nah kalau untuk pecah ketuban harus kudu wajib segera ke rumah sakit. Berbeda dengan mulas atau keluarnya darah yang masih bisa tunggu-tungguan. Bidan juga bilang kalau sangat tidak disarankan ketika kontraksi itu menangis apalagi teriak-teriak. Kenapa tidak boleh menangis? karena kalau kita nangis maka hidung kita tersumbat, ketika hidung tersumbat maka oksigen yang kita hirup akan susah masuk, nah itu yang buat bahaya bagi si dedek bayi yang masih bergantung oksigen sama kita ibunya. Dan kenapa tidak diperbolehkan teriak-teriak? ya karena nanti pada saat mengedan itu kan diperlukan tenaga banget nah dikhawatirkan kalau teriak-teriak itu bikin tenaga kita habis.

Dua jam pun berlalu, senam hamil pun berakhir dengan suguhan segelas susu hamil yang disediain sama bidannya (lumayan hhe). Saya pun puas dan berencana akan senam lagi minggu depannya. Semangattt demi dapat ilmu yang semoga pas hari H nya gak lupa yaaa😀

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s