Tomorrow it may change


Seringkali kita mendengar kata mutiara “hari esok masih ada”. Apa sih sebenarnya makna dari kalimat itu? sebagai suatu kepastian atau janji kepada diri kita sendiri/orang lain bahwa masih ada hari esok setelah hari ini berlalu? Namun, dapatkah kita menjamin hari esok akan sama dengan hari ini?

Sebenarnya kalimat “hari esok masih ada” bisa bermakna optimis, namun juga bisa pesimis terhadap hari yang sekarang sedang dijalankan. Optimis karena kita memandang kedepan, optimis masih bisa menghirup udara yang sama dengan yang sekarang kita hirup. Pesimis karena kadang kalimat itu terlontar sebagai alasan ketidaksanggupan kita mengerjakan sesuatu yang sebenarnya bisa dikerjaan saat ini juga. Jika ada sesuatu yang bisa kita kerjakan hari ini, mengapa juga harus menunggu besok? sama halnya dengan jika ada pertanyaan yang bisa terjawab hari ini, mengapa juga harus menunggu besok?

Menunda adalah pekerjaan yang paling mudah dikerjaan sebagian dari kita. Merasa selalu ada hari lain setelah hari ini membuat kadang kita lalai dan terlena. Andai jika hari ini kita merasakan semangat yang luar biasa terhadap suatu hal, itu tidak menjamin semangat itu tetap ada di hari keesokkanya. Jika sudah begitu siapa yang merugi? diri kita sendiri tentunya, makanya ada hadist yang mengatakan “Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi”. 

Tomorrow it may change…bagaimanapun juga tomorrow is a different day. Dan ketika kita sudah berada di hari berikutnya, kita tidak akan pernah bisa kembali ke hari sebelumnya, itu hal pasti! hari ini adalah hari yang berbeda dari hari kemarin. Hidup bagi saya adalah bagaimana meminimalisir penyesalan-penyesalan yang ada dalam perjalanan kita. Penyesalan itu datang karena kita merasa terlalu banyak waktu, kurang memanfaatkan kesempatan yang ada. Contoh hal kecil adalah menyatakan perasaan sayang kita kepada seseorang, misal ibu kita. Kita selalu merasa punya banyak waktu (toh setiap hari bertemu) sehingga hari demi hari terlewati begitu saja dan pada akhirnya tidak ada kesempatan untuk kita bilang bahwa kita sangat sayang padanya 😦

Apakah kalian seringkali melontarkan kalimat “ah, sudah akhir bulan saja gak berasa…” pernah? atau sering? hehee..jika kalimat tersebut sering kita ucapkan, ada kemungkinan kita belum maksimal memanfaatkan waktu yang ada, seolah kitalah yang dikendalikan oleh sang waktu, sehingga kita merasa waktu berlalu begitu saja. Kurangnya pencapaian akan menjadi dampak yang nyata dari menyepelekan hari ini.

Jadi, manfaatkanlah selalu waktu yang ada. Hiduplah seolah-olah hanya hidup pada hari ini.

Ps: “bagaimana jika aku bisa tahu kau tetap mencintaiku esok, lusa, dan seterusnya jika hari ini saja kau tidak mengatakannya lewat suara yang bisa aku dengar dan bisa aku rasa…Dan bagaimana kau bisa begitu yakin aku tetap setia menunggumu esok, lusa, dan seterusnya seperti yang kulakukan hari ini?…

ily

Advertisements

Just like ‘fate’


Sedang ingin menuangkan apa yang ada di kepala saya ke dalam bentuk tulisan.

Tadi siang ada seseorang yang bukan dalam kata-katanya cenderung meremehkan sebuah kata ‘fate’. Seseorang ini pastilah jauh dari dunia saya yang malah amat mencintai sekali kata ‘fate’ melebihi kata-kata lainnya di dunia ini. Saya tidak memprotes atasnya, saya lebih suka menulis dalam bentuk kesukaan maupun ketidaksukaan saya terhadap seseorang atau sesuatu. Bukan berarti menulis adalah sebuah kegiatan pasif. Menulis adalah bahasa lain dari “aku tidak butuh pendengar” dalam mendawaikan pikiranku.

Benarkah kata ‘fate’ mengandung nilai kepasrahan didalamnya?

Berikut uraiannya dalam suatu sudut pandang. Continue reading

Delusion of Jealous


haiiii…

 

Judul tulisan saya kali ini kok berbau-bau psikologis ya? ya bagi yang sudah pernah denger isitilah tersebut pasti tahu saya lagi mau share apa malam ini.

Gangguan delusi merupakan suatu kondisi dimana pikiran terdiri dari satu atau lebih delusi. Delusi diartikan sebagai ekspresi kepercayaan yang dimunculkan kedalam kehidupan nyata seperti merasa dirinya diracun oleh orang lain, dicintai, ditipu, merasa dirinya sakit atau disakiti. Gangguan delusi dapat terjadi pada siapa saja dengan beberapa kondisi tertentu.

Nah, delusi itu banyak jenisnya guys…salah satunya adalah seperti yang ada di judul atas. Delusion of jealous; seseorang mempercayai bahwa pasangannya berselingkuh atau tidak dapat dipercaya. Hal itu ia yakini terus dan berdampak tentu saja tidak baik, buat dirinya, pasangannya, maupun hubungan yang mereka bina. Continue reading

Seandainya Aku Bisa Memilih (Kartini ke-dua)


Selamat Hari Kartini !! ( Maaf telat hehe, gak apa-apa masih di Bulan yg sama 😛 )

Selamat hari Kartini buat para perempuan-perempuan Indonesia, apapun peran kita sebagai seorang perempuan jangan sampai melupa kodrat ya 🙂

Berbicara peran, apa perempuan kedua bisa disebut peran? “lho kok pembahasannya tiba-tiba kesini? hehe.. Continue reading