Just like ‘fate’


Sedang ingin menuangkan apa yang ada di kepala saya ke dalam bentuk tulisan.

Tadi siang ada seseorang yang bukan dalam kata-katanya cenderung meremehkan sebuah kata ‘fate’. Seseorang ini pastilah jauh dari dunia saya yang malah amat mencintai sekali kata ‘fate’ melebihi kata-kata lainnya di dunia ini. Saya tidak memprotes atasnya, saya lebih suka menulis dalam bentuk kesukaan maupun ketidaksukaan saya terhadap seseorang atau sesuatu. Bukan berarti menulis adalah sebuah kegiatan pasif. Menulis adalah bahasa lain dari “aku tidak butuh pendengar” dalam mendawaikan pikiranku.

Benarkah kata ‘fate’ mengandung nilai kepasrahan didalamnya?

Berikut uraiannya dalam suatu sudut pandang. Continue reading

Advertisements

Seandainya Aku Bisa Memilih (Kartini ke-dua)


Selamat Hari Kartini !! ( Maaf telat hehe, gak apa-apa masih di Bulan yg sama ๐Ÿ˜› )

Selamat hari Kartini buat para perempuan-perempuan Indonesia, apapun peran kita sebagai seorang perempuan jangan sampai melupa kodrat ya ๐Ÿ™‚

Berbicara peran, apa perempuan kedua bisa disebut peran? “lho kok pembahasannya tiba-tiba kesini? hehe.. Continue reading

A Friendโ€™s Confession


16 April ’13

Bingung mau mulai darimana…

Entah sudah berapa hari kita tak berbincang seperti biasa.

Oh iya aku lupa. Kita memang sudah tak seperti biasa…

Aku memang tidak pernah bilang aku membutuhkan dia

tidak juga pernah bilang kalau aku kehilangan dia

memangnya segala sesuatu harus diutarakan?

jika seseorang tidak pernah menyampaikan perasaannya, bukan berarti ia tidak ingin. Ia hanya tidak mampu… Continue reading