Jogja; Aku Memilihmu, Air Terjun Sri Gethuk… (part 3, chapter one)


Haii hai, masih nyambung part sebelumnya yang sudaaah lama banget ditulis dan apalah ini baru dilanjut setahun kemudian hohoo. Biarin aja lah ya ketimbang “incomplete” gitu. Menulisi part ini juga berhubung sedang kangen-kangennya, rindu-rindunya sama perjalanan bersama mereka-mereka. Sekarang udah beda kantor jadi udah jarang-jarang ketemu. Seringkali meng-arrange liburan bareng lagi, tetapi belum ada yang terealisasikan hingga sekarang.

Di part sebelumnya udah diceritain kan kalau kita menginap di Kota Gede yang terkenal dengan kerajinan peraknya itu loh…beruntung banget bisa hemat budget akomodasi hotel berkat sahabat saya yang Ibunya memang asli Jogjakarta.

Gapura selamat datangnya Kota Gede

Gapura selamat datangnya Kota Gede

 

Hari pertama berlibur di Jogja memutuskan buat main air dulu, alias ngepantai dulu. Pantai yang kita pilih nih adalah pantai pilihan saya sebenernya, walau sempet bingung mau ke pantai mana secara di Jogja pantainya lebih dari satu. Ya, Pantai Indrayanti adalah tujuan kita! setelah bangun pagi-pagi buta buat siap-siap, nungguin mobil sewaan yang alhamdulillah gak ngaret akhirnya kita pergi menuju pantai tujuan. Tapi, sebelum kita ke Pantai kita mampir dulu ke wisata air yang bernama air terjun Sri Gethuk yang berada di Wonosari. Ini ide tercetus pas di mobil lho, saran dari si pak sopir. Baik yah dia dibayar buat nyupirin kita tapi kerjaannya sekaligus jadi tour guide gitu 😀 Karena perjalanannya searah yasudah kita sepakat ke air terjun dulu baru sorenya ke Pantai nengok sunset.

Perjalanan menuju kesana sangaaaat panjang dan lama, terlebih jalanannya nanjak-nanjak-turun-turun. Tapi, syukurlah si pak sopirnya pandai bercerita tentang Jogja yang membuat kita sedikit terhibur. Kita juga sempat diajak melipir ke perkebunan kayu putih, itu loh bahan baku dari minyak kayu putih.

Perjalanan menuju Sri Gethuk

Perjalanan menuju Sri Gethuk

 

kayu putih terpampang nyata

kayu putih terpampang nyata

Continue reading

Jogja…(Part 2)


Kali ini mau nyambung cerita tentang trip ke Jogja part 2 yeyeye \^^/

Jadi, kan pada akhirnya meski lagi patah hati nih ceritanya saya tetap memutuskan berlibur bersama 3 sahabat saya ke Jogjakarta selama 4 hari dengan pulang pergi naik kereta api.
Berangkatlah kami berempat di Kamis pagi harinya dari stasiun Senen. Kereta berangkat pagi banget sekitar jam setengah 7-an, alhamdulilah ga telat dan masih bisa sempet beli nasi bungkus dulu buat ganjel perut karena gak sempet sarapan sebelum berangkat (katanya lagi patah hati? Kok masih inget makan? Hahhaa..). Nah kejadian lucunya adalah di stasiun kita bertemu dengan gerombolan si mantan yang jadwal keretanya sebenarnya lebih siang dari kereta yang kita tumpangi. Tetapi kebetulan hanya bertemu dengan beberapa temannya saja, si mantan katanya masih dalam perjalanan menuju kemari. Oh, yasudah setelah sempetin saling sapa maka akhirnya kita langsung menuju peron dan gak lama menunggu kereta kita udah dateng. Bismillah…jes jes jes…tuuut berangkatlah kita menuju Jogja. Mata sempet lirak lirik ke luar kaca jendela hahaha masih nyari seseorang rupanya 😀

480131_562363030447865_745273226_n

Suasana peron stasiun Senen di pagi hari…

Continue reading

Perjalanan Ke Jogja (When We Broke Up)…(Part 1)


Pernahkan salah satu dari kalian mengalami kisah yang nyaris mirip dengan sebuah cerita dari film yang diangkat dari sebuah novel berjudul Eat, Pray, Love ?

Prologue

Cerita ini hanya untuk berbagi, memberikan satu sudut pandang dari seorang perempuan yang benar-benar sedang merasakan apa itu putus cinta dan apa itu melarikan diri ke alam. Kembali kepada alam…Cerita tentang perempuan yang ada di pengakhiran sepenggal kisah, semua berawal dari sebuah perjalanan ke Jogjakarta, never ending Asia!!!

Dan ini adalah cerita saya.

Continue reading