Just like ‘fate’


Sedang ingin menuangkan apa yang ada di kepala saya ke dalam bentuk tulisan.

Tadi siang ada seseorang yang bukan dalam kata-katanya cenderung meremehkan sebuah kata ‘fate’. Seseorang ini pastilah jauh dari dunia saya yang malah amat mencintai sekali kata ‘fate’ melebihi kata-kata lainnya di dunia ini. Saya tidak memprotes atasnya, saya lebih suka menulis dalam bentuk kesukaan maupun ketidaksukaan saya terhadap seseorang atau sesuatu. Bukan berarti menulis adalah sebuah kegiatan pasif. Menulis adalah bahasa lain dari “aku tidak butuh pendengar” dalam mendawaikan pikiranku.

Benarkah kata ‘fate’ mengandung nilai kepasrahan didalamnya?

Berikut uraiannya dalam suatu sudut pandang. Continue reading